APPBI Meminta Pengelompokan TDL Yang Lebih Adil Khusus Pusat Belanja Yang Lebih Rendah Dari Industri
Ormas 01.51
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta
pemerintah merevisi penggolongan tarif dasar listrik (TDL) untuk pusat belanja.
Saat ini TDL pusat belanja atau mall masuk dalam kategori B3, kategori tersebut
sama mahalnya dengan perkantoran dan hotel dan itu dinilai sangat memberatkan.
"Harusnya untuk TDL pusat belanja atau mall
penggelompokkannya tidak di B3, seharusnya TDL kita lebih rendah daripada TDL
industri," kata Stefanus Ridwan S, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat
Belanja Indonesia (APPBI) di Jakarta, Selasa (23/10/2012), saat menggelar Jumpa
pers kenaikan Tdl.
Akibat penggolongan B3 tersebut akan mengancam pada pemilik
atau penyewa toko dipusat belanja. Apalagi ditambah dengan rencana pemerintah
menaikan TDL sebesar 15 persen pada 2013 mendatang.
"Besar harapan APPBI, pemerintah dapat memberikan
pengelompokkan yang lebih adil yaitu TDL khusus pusat belanja atau mall demi
UMKM dan konsumen," kata Stefanus Ridwan.
Stefanus menambahkan kenaikan TDL dan Penggolongan Tarif
untuk Pusat Belanja di pelajari dengan benar dan bukan keputusan populis yang
sebenarnya menyengsarakan rakyat.
Dampak kenaikan TDL yang seenaknya tutur Stefanus akan
sangat merugikan masyarakat banyak, apalagi Pusat belanja/ mall merupakan
tempat UKM paling banyak, kenaikan TDL tambah Stefanus samasekali tidak
menambah beban keuangan pengelola pusat belanja melainkan sangat berpengaruh
kepada penyewa toko yang merupakan UMKM yang memasarkan produknya begitu pula
dengan konsumennya lebih dari 80% adalah kelas menengah ke bawah yang paling
merasakan dampak kenaikan harga.
Seiring dengan ini pemerintah berencana mencabut subsidi
listrik untuk pusat belanja,hotel dan rumah mewah. Wakil Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan
kepada DPR untuk mencabut subsidi pelanggan dengan daya di atas 6,600 Watt
(Tempo.com. 13 September 2012) khususnya pusat belanja/mall.
Jelas sekali pernyataan ini dikeluarkan tanpa pertimbangan
yang matang dan seperti biasa pusat belanja/ mall menjadi sasaran tembak yang
paling asik jelas Stefanus.
(Daany/Guruh)
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :

