APPBI Meminta Pengelompokan TDL Yang Lebih Adil Khusus Pusat Belanja Yang Lebih Rendah Dari Industri


JAKARTA, GM
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah merevisi penggolongan tarif dasar listrik (TDL) untuk pusat belanja. Saat ini TDL pusat belanja atau mall masuk dalam kategori B3, kategori tersebut sama mahalnya dengan perkantoran dan hotel dan itu dinilai sangat memberatkan.
"Harusnya untuk TDL pusat belanja atau mall penggelompokkannya tidak di B3, seharusnya TDL kita lebih rendah daripada TDL industri," kata Stefanus Ridwan S, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di Jakarta, Selasa (23/10/2012), saat menggelar Jumpa pers kenaikan Tdl.
Akibat penggolongan B3 tersebut akan mengancam pada pemilik atau penyewa toko dipusat belanja. Apalagi ditambah dengan rencana pemerintah menaikan TDL sebesar 15 persen pada 2013 mendatang.
"Besar harapan APPBI, pemerintah dapat memberikan pengelompokkan yang lebih adil yaitu TDL khusus pusat belanja atau mall demi UMKM dan konsumen," kata Stefanus Ridwan.
Stefanus menambahkan kenaikan TDL dan Penggolongan Tarif untuk Pusat Belanja di pelajari dengan benar dan bukan keputusan populis yang sebenarnya menyengsarakan rakyat.
Dampak kenaikan TDL yang seenaknya tutur Stefanus akan sangat merugikan masyarakat banyak, apalagi Pusat belanja/ mall merupakan tempat UKM paling banyak, kenaikan TDL tambah Stefanus samasekali tidak menambah beban keuangan pengelola pusat belanja melainkan sangat berpengaruh kepada penyewa toko yang merupakan UMKM yang memasarkan produknya begitu pula dengan konsumennya lebih dari 80% adalah kelas menengah ke bawah yang paling merasakan dampak kenaikan harga.
Seiring dengan ini pemerintah berencana mencabut subsidi listrik untuk pusat belanja,hotel dan rumah mewah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk mencabut subsidi pelanggan dengan daya di atas 6,600 Watt (Tempo.com. 13 September 2012) khususnya pusat belanja/mall.
Jelas sekali pernyataan ini dikeluarkan tanpa pertimbangan yang matang dan seperti biasa pusat belanja/ mall menjadi sasaran tembak yang paling asik jelas  Stefanus. (Daany/Guruh)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh GLOBAL MEDIA online pada 01.51. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

.

.

.


.

.

Pengunjung Online

2010 Global Media Online. All Rights Reserved. - Designed by Global Media Online