Satu Feri Diuji Coba, Layani Penyeberagan Tenggarong
Kalimantan 18.28
Dua kapal Ferry KM Bili-Bili dari Penajam dan KM Pupuyu dari Kalsel untuk menunjang sarana transportasi penyeberangan sungai antara Tenggarong kota dan Tenggarong Seberang, pasca tragedy runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara, Sabtu (26/11) lalu, masih ditunggu masyarakat.
" Satu kapal Fery KM Bili-Bili dari Penajam sudah tiba Senin lalu dan Jumat (2/12) diuji coba, Fery ini menampung kapasitas 14 kendaraan roda empat, untuk sementara ini pada uji coba akan menyeberangkan kendaraan roda dua, setelah dermaga selesai nantinya bisa dipergunakan untuk penyeberangan roda empat untuk sementara memakai dermaga Ponton," kata Kepala Bidang Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kaltim, Murjani saat dihubunggi, Kamis (1/12).
Mengenai pelabuhan akan memanfaatkan dermaga tidak jauh dari lokasi jembatan dan satunya lagi dermaga Tengarong KM 5. Mengenai kapal Feri dari Panajam Paser Utara yang ditarik ke Kukar untuk melayani masyarakat umum, tidak mempengaruhi lalulintas penyeberangan di Panajam karena kapal yang direncanakan untuk penyeberangan di Tenggarong Kapal fery cadangan.
"Kapal Fery ini salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalulintas jangan sampai menumpuk di jembatan Mahakam maupun Mahakam Ulu, karena saat ini kedua jembatan itu sangat padat di lalui lalulintas dari Tenggarong," ungkapnya.
Dengan kebijakan Fery ini , harapannya warga Tenggarong khususnya dan Kaltim pada umumnya, sangat terbantu karena jalur tersebut sangat vital untuk perekonomian masyarakat Tenggrang maupun Kaltim.
Namun yang menjadi persoalan adalah masalah ketersediaan bahan bakar solar, karena belakangan ini jenis BBM tersebut juga sering kehabisan. Oleh karena itu pihaknya meminta Pertamina untuk menambah kuota solar khusus untuk Fery penyeberangan ini. Tujuannya penyeberangan ini bisa lancar dan perekonomian khususnya di Tenggarong kembali normal.
"Sedangkan pengawasan penyeberangan yang dikelola masyarakat sekarang ini, menjadi tanggung- jawab Dishub Kukar," ungkap Murjani.
JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :

