Lelang 3 Proyek Olah Sampah Akal-akalan?

Pengolahan Sampah
JAKARTA, GM - Permasalahan sampah, merupakan salah satu persoalan yang masih melilit Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Banyak sungai yang berubah jadi tempat sampah raksasa. Kondisi ini makin diperparah dengan kebijakan pengadaan barang pengolahan sampah yang tidak transparan.    

Termasuk pada proses lelang kegiatan Jasa Pengolahan Sampah ITF Cakung Cilincing yang menelan biaya sebesar Rp 34 miliar. Anggaran ini, diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2011. Dana tersebut dialokasikan di Dinas Kebersihan Jakarta.

Demikian penilaian yang dikemukakan Ketua LSM Pergerakan Transformasi (Patra), Prans Shaleh Gultom. Dia khawatir, jika pe­ngelolaan sampah di Jakarta sudah bermasalah sejak dari awal. “Pelelangan yang dibuka Dinas Kebersihan DKI Jakarta jangan akal-akalan,” pinta Prans.
Dia menyebut, aksi akal-akalan tender ini  melanggar Undang Undang (UU) No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Seperti diketahui, Pemprov DKI mengembangkan program regionalisasi persampahan yang melibatkan daerah penyangga.

Berkaitan hal ini, pemprov akan membangun pengolahan sampah dalam kota melalui tiga unit inter­mediate treatment facilities (ITF), atau tempat pengelolaan dalam kota. Yakni ITF Cakung Cilin­cing, ITF Marunda, dan ITF Sun­ter. Program ini amanat ren­cana pembangunan jangka me­nengah daerah (RPJMD) 2007-2012.

Informasi yang diterima GM menyebutkan, ITF Cakung Cilincing diper­luas dari 4,5 hek­tare menjadi 7,5 hektar. Di­harapkan, ketika beroperasi pe­nuh pada 2012, ITF ini mampu me­ngolah sampah sebanyak 1.300 ton per hari.
Sampah yang diolah menjadi kompos, bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 4,95 mega watt (MW) atau menghasilkan bahan bakar gas (BBG) sebesar 445.699 MMBTU. ITF Cakung Cilincing menerapkan teknologi mechanical biological treatment (MBT).

Namun, proses pembangunannya dilakukan secara bertahap. Per 1 Agustus 2011 sudah beroperasi mengolah sampah 450 ton per hari menjadi kompos. Per 1 Januari 2012 beroperasi me­ngolah sampah 600 ton per hari dengan teknologi MBT. Sampah tersebut diolah menjadi BBG per listrik, produk daur ulang dan kompos.

Pada masa yang sama  akan beroperasi pengolahan sampah 1.300 ton per hari dengan teknologi MBT. Sampah tersebut diolah menjadi BBG per listrik, produk daur ulang dan kompos.
Sedangkan ITF Sunter yang berdiri di atas lahan 3,5 hektare, direncanakan mampu mengolah sampah sebanyak 1.200 ton per hari dengan teknologi waste to energy. Saat ini, ITF Sunter ber­operasi sebagai fasilitas pema­datan sampah stasiun peralihan antara Sunter (SPA Sunter).

SPA Sunter berfungsi mengefisienkan rotasi kendaraan angkut sampah, sehingga proses pengiriman sampah ke Bantar Gebang, Bekasi tidak menambah macet jalanan Ibu Kota.

Saat ini akan dilaksanakan tender yang lebih kurang me­makan waktu tiga bulan dengan skema Kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) dalam penga­daan infrastruktur. Pola kerja samanya adalah build, operate, and transfer (BOT). Penan­datanganan kontrak direncanakan pada awal Januari 2012. (GR)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh GLOBAL MEDIA online pada 05.37. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

.

.

.


.

.

Pengunjung Online

2010 Global Media Online. All Rights Reserved. - Designed by Global Media Online