Wanda Hamidah: Pemerintah Jangan Lepas Tangan


Anggota DPRD DKI Wanda Hamidah meminta pemerintah Provinsi DKI tidak lepas tangan dari masalah banjir yang melanda permukiman warga Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Pasalnya, normalisasi aliran Kali Krukut belum juga ditangani secara serius.

"Yang terpenting adalah normalisasi kali. Pemerintah tidak boleh lepas tangan karena ini tugasnya," kata Wanda Hamidah kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (18/11/2011).
Tugas pemerintah disentil Wanda lantaran tahap awal normalisasi kali berupa pembongkaran gorong-gorong diserahkan sepenuhnya kepada pihak Marinir sebagai pembangun. Padahal, pembangunan gorong-gorong tersebut menyalahi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Tugas pemerintah adalah memberikan teguran karena melanggar Amdal. Karena itu seharusnya pembongkaran gorong-gorong jadi kewajiban Dinas PU (Pekerjaan Umum) sebagai bagian dari penertiban, bukan diserahkan lagi kepada Marinir," kata anggota Komisi E dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Atas dasar itu, Wanda menilai pemerintah tidak selayaknya membiarkan situasi yang sedang berlangsung di Kampung Pulo berlarut-larut. Pasalnya, warga seakan dibuat berhadap-hadapan dengan pihak marinir. Pembiaran yang dilakukan Pemprov DKI dianggapnya memperkeruh masalah penanganan banjir.
"Seharusnya ini jelas-jelas tugas pemerintah, termasuk dalam hal permukiman di pinggiran sungai. Pemerintah jangan lari dari tanggung jawab," kata Wanda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penertiban terhadap rumah-rumah di RT 11 RW 03 Kampung Pulo sudah dilakukan dua pekan lalu. Sebanyak tujuh rumah yang berada di daerah aliran sungai telah dibongkar. Namun, warga masih tetap kebingungan dengan kewenangan melakukan penertiban.

Ketua RT 11 Sugiyono, misalnya, mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi mengenai pembongkaran. "Saya tidak pernah diberitahukan dari pihak kelurahan maupun kecamatan," kata Sugiyono beberapa waktu lalu.

Pihak-pihak terkait yang telah dimintai keterangannya oleh warga juga enggan menjawab secara jelas tentang penertiban tersebut. Ketidakpastian ini mendatangkan keresahan lantaran warga masih bertanya-tanya tentang kelangsungan hidup mereka di Kampung Pulo. "Kalau sekarang, (kami) hanya bersihin lumpur dan sampah. Soalnya nasib kami belum jelas," kata Ibu Wagiyo, warga RT 11.

Wanda sendiri mengaku siap membantu masyarakat dalam menyuarakan kepentingan mereka. Selain itu, dia juga menjanjikan bantuan bagi para korban banjir.

Wanda Hamidah menyatakan sudah terlibat sejak awal dalam advokasi maupun penyaluran bantuan kepada korban banjir. Wanita berusia 34 tahun yang disebut-sebut akan dicalonkan partainya sebagai calon gubernur dalam Pemilukada DKI 2012 datang bersama timnya Jakarta Bergerak dalam acara nonton bareng pertandingan sepakbola Indonesia vs Malaysia di lokasi banjir pada Kamis (17/11/2011) malam.
"Hari Minggu nanti saya undang enam puluh anak-anak Kampung Pulo untuk menonton film di Citos," kata Wanda.

Setiap anak dipersilakan ditemani satu pendamping sehingga jumlah warga yang akan mendapat hiburan khusus dari Tim Wanda sebanyak 120 orang. Pengumuman itu langsung disambut gembira warga yang umumnya anak-anak.

Uci, salah seorang staf Jakarta Bergerak juga menyatakan, pihaknya akan membuka posko pengobatan gratis selama tiga hari di Jalan Damai Musyawarah, RT 11 RW 03 Kampung Pulo. "Kalau memungkinkan kami akan buka untuk seterusnya," kata Uci.

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh GLOBAL MEDIA online pada 23.57. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

.

.

.


.

.

Pengunjung Online

2010 Global Media Online. All Rights Reserved. - Designed by Global Media Online